Jenis Penyakit kelamin seksual

penyakit kelamin

Mikroorganisme merupakan infeksi seksual yang bisa ditularkan dengan mudah, lalu apa saja jenis penyakit kelamin?. Banyak kalangan anak muda yang tidak mementingkan kesehatan karena hanya ingin mencapai kepuasaan diri. Sehingga rentan terserang penyakit infeksi menular seksual melalui cairan tubuh atau kelamin. Hubungan seksual tanpa mengenakan kondom memang mempunyai kerentanan pada berbagai jenis penyakit seksual.

Selain berhubungan seksual yang tidak bersih dan aman, infeksi ini bisa menyebar melalui cairan tubuh seperti sperma, darah, dan cairan vagina. Resiko penyakitnya pun bisa beragam sesuai dengan jenis mikroorganisme yang telah ditularkan. Sebaiknya Anda harus kenali apa saja macam-macam penyakit menular seksual yang terjadi pada tubuh.

Baca juga: Apakah Penyakit Herpes Kelamin Berbahaya?

konsultasi

Apa Saja Jenis Penyakit kelamin seksual

1.AIDS

Penyakit Aids menjadi salah satu infeksi menular seksual yang dikenal membahayakan tubuh. Infeksi virus HIV mempunyai masa inkubasi yang cukup panjang hingga mencapai 10 tahun, hingga seseorang menimbulkan gejala dan penularan infeksi tersebut.

Gejala yang digolongkan menjadi beberapa stadium yang diawali dengan pembesaran kelenjar getah bening atau herpes zoster. Gejala menjadi semakin tinggi dengan penurunan berat badan drastis disertai demam atau munculnya kandidiasis oral berulang. Gejala lain pun akan menyertai kondisi kronis penderita AIDS.

konsultasi

penyakit kelamin

2.Trikomoniasis

Trikomoniasis merupakan infeksi bakteri pada kelamin perempuan, dimana muncul cairan berwarna kehijauan dari bibir vagina disertai bau tidak sedap.

3.Bakterial vaginosis

Penyakit kelamin bacterial vaginosis disebabkan oleh jenis virus gardnerella vaginalis, berupa munculnya cairan berbau amis yang disertai dengan secret atau sekresi berwarna putih yang sedikit keabuan.

4.Gonore

Gonore atau uretritis gonorrhea merupakan infeksi menular seksual yang dialami oleh kalangan wanita atau pria. Gejalanya berupa kencing nanah dan rasa panas di area kelamin. Gejala menjadi semakin berat bisa muncul seperti kencing nanah.

Gonore disebabkan oleh jenis bakteri neisseria gonorrhoeae yang masa inkubasinya selama kurang lebih 7 hari sampai gejala timbul. Resiko berat terjadi pada kalangan wanita hamil dengan infeksi gonore yang bisa menyebabkan kecacatan pada bayi seperti terjadi infeksi pada mata.

5.Sifilis

Sifilis atau ulkus genital merupakan infeksi dimana munculnya peradangan kulit seperti sariawan di area kelamin. Terdapat beberapa fase munculnya gejala dimulai dengan ulkus durum dan ulkus bersih, dimana timbul luka bersih tidak nyeri pada area kalamin akibat infeksi treponema palidum. Masa berikutnya adalah ulkus mole yakni luka kotor disertai dengan nyeri akibat infeksi bakteri ophilus ducreyi.

6.Herpes

Herpes merupakan sebuah ruam pada kulit yang disebabkan oleh HSV type 2 pada area kelamin. Gejalanya berupa ruam berbentuk bulat berisikan cairan yang mudah pecah dan menyebar di seluruh permukaan kulit pada kelamin yang disertai dengan sensasi terbakar. Virus herpes bersifat rekuren yang berarti bisa muncul kembali setelah beberapa waktu.

7.Kandidiasis vulvovaginal

Infeksi jamur candida sp akan menimbulkan munculnya sekresi berwarna putih kental seperti keju yang disertai gatal, sehingga muncul luka garukan di sekitar kelamin tersebut. Resiko diabetes mellitus juga akan memicu terjadinya kandidiasis.

Semua infeksi atau penyakit kelamin bisa diatasi apabila anda menjalankan semua prosedur kesehatan dengan baik. Yang penting Anda jangan pernah lakukan seks berisiko atau tidak aman.

Bagi Anda yang mempunyai masalah mengenai penyakit kelamin tersebut, bisa segera konsultasikan kepada kami Klinik Apollo. Untuk reservasi, Anda bisa lakukan di 081233881616. Demikian mengenai penyakit kelamin, semoga bermanfaat.

konsultasi

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website www.kesehatankelamin.com merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.