Herpes Genitalis Bisa Kambuh Lagi?

herpes genitalis

Sebagian besar kalangan tidak menyadari bahwa mereka terserang herpes genitalis. Ini disebabkan banyak orang mempunyai gejala yang ringan dan tidak dikenali atau keliru dengan kondisi lainnya. Bahkan pada beberapa penderia hadir tanpa menimbulkan tanda sama sekali.

Baca juga: Cegah Penularan Penyakit Herpes Pada Wanita

konsultasi

Apakah Herpes Genitalis Bisa Kambuh Lagi?

Seseorang bisa menunjukan gejala dalam beberapa hari setelah tertular herpes genitalis atau membutuhkan waktu sampai berminggu-minggu. Beberapa penderita mungkin mempunyai gejala yang parah dalam beberapa hari setelah terserang virus, sementara lainnya mungkin mempunyai tanda awal yang sangat ringan.

Sehingga tidak menyadari hal tersebut. Karena berbagai kemungkinan-kemungkinan ini, mungkin sulit bagi orang untuk mengetahui kapan dan dari siapa mereka mendapatkan virus tersebut.

Karena beberapa tanda yang diperoleh cukup bervariasi, kami sarankan agar seseorang kunjungi penyedia layanan kesehatan untuk diuji apabila mereka mempunyai luka jenis apapun, mereka akan menyeka untuk dilakukan tes kultur atau tes sensitive Lainnya.

Jika sudah sembuh dari herpes genitalis, bisakah infeksi ini kembuh lagi? Tentunya saja bisa, jika Anda melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman, berganti-ganti pasangan dan ketika imun pada tubuh mengalami penurunan.

Jika fase pertama menghasilkan gejala yang ringan, maka kondisi selanjutnya biasanya tidak akan meningkat hingga tahap parah. Namun seperti yang kami sampaikan sebelumnya, ketika herpes genitalis tumbuh kembali setelah fase pertama, ini tidak selalu menyebabkan tanda dan gejala yang bisa dikenali.

Beberapa kalangan yang mengalami gejala berulang, mereka menyebutnya dengan luka seperti lepuhan mengeras atau luka yang tidak menimbulkan nyeri. Namun pada herpes rekuren, proses ini pada umumnya akan memakan waktu separuh dari masa pertama.

Selain itu, banyak kalangan yang mempunyai bentuk herpes berulang yang halus dan sembuh dalam beberapa hari saja. Yang terakhir, herpes mampu aktif kembali tanpa menghasilkan luka yang terlihat, namun bakteri ada dalam tubuh.

konsultasi

herpes genitalis

Bagaimana Pencegahan Dini Serangan Herpes Genitalis?

Ketika seseorang terserang herpes genital, virus tersebut akan tertidur di bagian saraf atau pangkal tulang belakang. Ketika bakteri ini aktif kebali, ia akan berjalan ke jalur saraf atau permukaan kulit, terkadang akan menyebabkan peradangan.

Seseorang akan mengalami peradangan di berbagai daerah seperti saraf di organ genital, paha, anus, vagina, vulva, penis, testis dan skrotum. Kalangan dengan infeksi herpes genital harus jauhkan diri dari berbagai kegiatan seksual dan berbagai gejala yang menimbulkan infeksi tersebut. Herpes genital mudah menular selama adanya luka pada diri Anda, namun bisa ditularkan walaupun tidak ada tanda dan gejala yang terlihat.

Menggunakan kondom yang benar dan konsisten bisa membantu kurangi resiko penyebaran herpes. Namun kondom hanya akan memberi perlindungan dari luar saja. Karena herpes bisa ditemukan pada area yang tidak dicakup oleh kondom.

Wanita hamil dengan gejala herpes genital harus segera konsultasikan masalah tersebut kepada dokter. Hal ini demi mencegah infeksi herpes berkembang dan menularkan kepada bayi, maka dari itu, Anda harus memahami tanda-tanda yang hadir pada infeksi menular seksual ini.

Banyak hal yang harus Anda lakukan demi mencegah terserangnya infeksi herpes genital seperti vaksin atau mikrobisida atau senyawa yang bisa diterapkan pada vagina atau rektum untuk terlindungi dari infeksi menular seksual.

Bagi Anda yang merasakan tanda dan gejala diatas, segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan bersama kami Klinik Apollo terbaik Jakarta untuk mendapatkan penanganan terbaik. Untuk reservasi, Anda bisa hubungi nomor 081233881616. Demikian kami sampaikan mengenai herpes genitalis, semoga bermanfaat.

konsultasi

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website www.kesehatankelamin.com merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.