Gejala Penyakit Sipilis Pada Kalangan Wanita

penyakit sipilis

Kebanyakan kalangan merasa malu apabila terserang penyakit kelamin salah satunya penyakit sipilis. Hal tersebut mencerminkan bahwa penderita menjalankan kegiatan seksual yang kurang sehat, sehingga bakteri bisa menular dan menyebabkan penyakit.

Salah satu infeksi kelamin yang banyak diperbincangkan yakni sipilis atau raja singa. Bakteri penyebnya yakni treponema pallidum tidak hanya menyerang alat kelamin, namun sistem saraf, kulit, dan mulut Anda. Jika Anda terdeteksi lebih awal, sipilis mudah disembuhkan dan tak akan menyebabkan kerusakan yang permanen.

Baca juga: Penyakit Sipilis Pada Pria Apakah Berbahaya?

konsultasi

Bagaimana Gejala Penyakit Sipilis Pada Kalangan Wanita

Dalam beberapa tahap pertama, sifilis dengan mudah ditangani menggunakan antibiotic. Namun apabila sifilis tidak ditangani segera, bakteri tersebut akan menjadi laten, yakni masih ada dalam tubuh dan mungkin Anda tidak merasakan tanda serta gejalanya. Parahnya, penyakit tersebut bisa bangkit kembali sewaktu-waktu.

Pada masa ketiga ini, sifilis bisa merusak jantung, mata, saraf, otak dan berbagai organ lain yang akhirnya menyebabkan kebutaan, kelumpuhan, bahkan kematian. Berikut beberapa gejala sipilis pada kalangan wanita yang perlu Anda pahami dengan baik:

1.Luka yang tidak menyebabkan nyeri

Di tahap pertama sifilis berlangsung 3 sampai 6 minggu, Anda tidak akan menemukan luka di area infeksi tersebut. Luka ini tidak akan menimbulkan rasa nyeri, namun ada semacam kantong yang berisikan cairan kecil. Luka tersebut terdapat di beberapa area, masing-masing jumlahnya cukup besar. Jika mendapati hal tersebut, segera periksakan kondisi Anda ke dokter jika tak ingin penyakit tersebut berlanjut pada tahap berikutnya.

konsultasi

penyakit sipilis

2.Demam dan pembengkakan kelenjar getah bening

Gejala jenis lain yang bisa muncul pada tahap sifilis yakni demam ringan. Demam tersebut akan berlangsung dalam waktu yang panjang, atau hanya beberapa hari saja. Kita semua tahu bahwa demam merupakan gejala dari adanya penyakit, namun jika dibarengi dengan perkembangan kelenjar getah bening, maka segera periksakan kondisi tersebut ke dokter.

3.Ruam kulit

Gejala sifilis pada kalangan wanita selanjutnya yakni munculnya ruam pada kulit, ruam tersebut akan hadir ketika sipilis sudah masuk ke tahapan sekunder akibat pengobatan di awal tidak dijalankan. Ruam tersebut ditemukan pada beberapa bagian tubuh secara acak, bentuknya menyerupai benjolan merah serta kasar dan tidak terdeteksi sebab tidak menyebabkan gatal.

Ruam sifilis sering muncul di bagian telapak tangan atau kaki. Pada titik tersebut, bakteri sifilis akan berkembang melalui darah. Jadi pada tahapan ini, bakteri sifilis akan mulai pengaruhi bagian tubuh lain di luar tempat peradangan sifilis pertama kalinya menyerang.

4.Luka di bagian anus, mulut atau vagina

Gejala lain dari sipilis tahap sekunder yakni ditemukannya luka di area tubuh Anda. Luka tersebut biasanya berwarna putih atau abu-abu yang hadir di tempat yang lembab seperti selangkangan, ketiak, atau mulut. Luka tersebut bentuknya mirip seperti kutil, terangkat dan tidak menimbulkan nyeri. Bahkan mereka bisa salah didiagnosis sebagai kutil kelamin. Untungnya luka tersebut tidak akan menyebabkan nyeri.

5.Kerontokan rambut yang berlebihan

Gejala sifilis pada kalangan wanita jika sudah masuk sekunder yakni adanya bintik di area kulit kepala yang dikenal dengan alopecia sifilis. Tanda tersebut bukan gejala yang besar, namun Anda harus mencurigai ketika rambut rontok tersebut diakibatkan karena luka di area kepala. Namun Anda tidak perlu khawatir akan kebotakan sebab setelah penyakit di atas, rambut bisa tumbuh kembali.

Kami Klinik Apollo akan menangani semua masalah Anda dengan tepat dan terjangkau, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut segera hubungi kontak 081233881616. Demikian kami sampaikan mengenai penyakit sipilis, semoga bermanfaat.

konsultasi

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website www.kesehatankelamin.com merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.