Sistitis Pada Ibu Hamil, Berbahaya?

sistitis

Ibu hamil memang rentan terserang infeksi saluran kemih atau biasa disebut dengan sistitis. Jika masalah dibiarkan terus kepada ibu hamil tanpa diobati, ini bisa membahayakan janin pada kandungan. Isk merupakan infeksi bakteri yang menyerang saluran kemih dan organ disekitarnya. Bakteri bisa masuk lubang kencing dan menginfeksi saluran kencing, ginjal atau, kandung kemih.

Baca juga: Sistitis Adalah Peradangan Pada Kandung Kemih

konsultasi

Apakah Sistitis Pada Ibu Hamil, Berbahaya?

Bakteri Escheria Coli merupakan sebab terjadinya infeksi saluran kemih yang paling umum, namun bisa disebabkan oleh virus lainnya. Wanita memang lebih rentan terserang infeksi saluran kencing dibandingkan dengan kalangan pria. Ini karena panjang uretra lebih pendek dari pria, sehingga akan memudahkan bakteri masuk dan menyerang saluran kemih.

Namun pada kalangan wanita, isk lebih sering menyerang ibu hamil karena dorongan dari rahim. Rahim berada tepat diatas kandung kemih, ketika rahim semakin membesar, tambahan beratnya bisa menghalangi aliran urin dari kandung kemih. Alhasil ibu hamil kesulitan mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Ini akan mengakibatkan bakteri menumpuk dalam saluran kencing dan rentan menyebabkan infeksi.

Jenis-Jenis Infeksi Saluran Kemih

Seperti yang sudah kami jelaskan diatas, bakteri penyebab isk bisa menyerang organ di saluran kencing. Nah berdasarkan target infeksinya, isk akan dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:

1.Sistitis

Sistitis merupakan peradangan kandung kemih yang pada umumnya disebabkan oleh infeksi pada kandung kemih. Ini merupakan jenis paling umum dari infeksi saluran kemih pada wanita. Sistitis lebih sering menyerang kalangan wanita usia 20-50 tahun yang aktif berhubungan seksual.

2.Pielonefritis

Bakteri penyebab sistitis bisa berpindah dari bukaan, kandung, atau kandung kemih menuju ginjal. Infeksi bakteri kandung kemih pada ginjal ibu hamil biasa disebut dengan pielonefritis dan bisa menyerang satu atau kedua ginjal.

Infeksi ginjal karena bakteri isk merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang serius dan bisa mengancam ibu hamil dan janin. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko persalinan prematur, bayi lahir namun mati setelahnya, dan bayi lahir dengan berat badan yang rendah.

konsultasi
sistitis

3.Bakteriuria asimtomatik

Bakteriuria asimptomatik merupakan jenis infeksi saluran kemih yang tidak menunjukan gejala apapun. Pada beberapa kasus, jenis isk pada wanita hamil bisa sembuh dengan sendirinya.

Namun pada beberapa kasus lainnya tetap membutuhkan penanganan. Jika tidak segera diobati, jenis sistitis bisa semakin parah dan meningkatkan resiko infeksi ginjal pada wanita hamil.

Faktor Risiko Infeksi Saluran Kemih Pada Ibu Hamil

Selain karena rahim yang semakin besar, sehingga mempersempit saluran kencing, beberapa hal dibawah ini bisa meningkatkan resiko sistitis pada ibu hamil.

1.Membersihkan kelamin dari belakang ke depan

Bakteri e coli sering menyebabkan sistitis yang berasal dari usus, sehingga umum bersarang pada anus. Maka dari itu, membersihkan kelamin dengan cara menyeka dari belakang ke depan bisa meningkatkan resiko infeksi saluran kemih.

2.Perubahan hormon hamil

Peningkatan hormone dapat menaikan resiko infeksi pada ibu hamil, termasuk infeksi saluran kemih atau sistitis. Perubahan hormone akan membuat bakteri menjadi lebih mudah berkembang pada vagina yang lembab. Terlebih lagi, jika lokasi antara lubang vagina dan saluran kencing berdekatan, sehingga menjadi lebih mudah bagi bakteri untuk berpindah dan menyebarkan infeksi.

3.Berhubungan seks

Berhubungan seksual ketika hamil merupakan hal yang wajar, bahkan dalam kondisi tertentu dokter menyarankan proses ini. Namun, berhubungan seksual ketika hamil beresiko membuat ibu hamil rentan terserang sistitis.

Jika Anda mengalami masalah pada saluran kemih, lakukan konsultasi sekarang juga bersama kami di Klinik Apollo untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Lakukan reservasi sekarang juga di 081233881616. Demikian kami sampaikan mengenai sistitis pada ibu hamil, semoga bermanfaat.

konsultasi

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website www.kesehatankelamin.com merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.