Proses Dan Cara Mengatasi Keputihan

cara mengatasi keputihan

Keputihan yang terjadi pada vagina umumnya merupakan hal normal yang terjadi pada kalangan wanita, lalu bagaimana cara mengatasi keputihan?. Pada wanita sendiri, sekresi ini merupakan tanda jika vagina serta leher rahim masih memproduksi cairan untuk menjaga organ kewanitaan Anda tetap sehat.

Keputihan disebut normal jika mempunyai warna putih dan bening. Namun apabila warna berbeda dan ditandai dengan bau tidak sedap, nyeri serta gatal, maka kami katakan bahwa sekresi yang Anda rasakan bersifat tidak normal.

Baca juga: Mengalami Keputihan Berwarna Hijau, Kondisi Abnormal?

konsultasi

Bagaimana Proses Cara Mengatasi Keputihan

Sebenarnya, keputihan tidak normal tak membutuhkan penanganan medis secara khusus, namun Anda bisa melakukan perawatan yang dibutuhkan jika keputihan dirasa berlebihan. Walaupun sebenarnya, kadar sekresi meningkat pada masa tertentu seperti berhubungan seksual, menstruasi atau ketika menyusui.

Untuk mengatasi masalah keputihan tersebut, ada beberapa hal yang bisa Anda jalankan. Mari simak ulasan singkat kami kali ini:

1.Penanganan pertama

Pada kondisi keputihan tidak normal, selain warna yang berubah, biasanya vagina akan terasa gatal. Bahkan pada kondisi tertentu akan muncul pembengkakan. Jika sudah begini, sebaiknya kompres dengan air dingin untuk meredakan bengkak tersebut. Jika keputihan abnormal terjadi lebih dari 2 minggu, sebaiknya segera hubungi dokter untuk memperoleh penanganan tersebut.

Dokter biasanya akan menyarankan penggunaan gel antijamur atau krim apabila keputihan yang dialami disebabkan oleh jamur. Selain itu, untuk menurunkan resiko infeksi jamur, Anda bisa konsumsi yogurt.

konsultasi

cara mengatasi keputihan

2.Menjaga kebersihan

Tidak hanya kebersihan vagina saja, namun kebersihan pakaian yang kalian kenakan. Dalam memilih celana dalam, pilih dengan bahan dasar katun, karena mudah menyerap keringat, sehingga vagina terhindar dari kelembaban.

Walaupun menggunakan pakaian yang pas di badan merupakan tren masa kini, sebaiknya tidak terlalu sering kenakan celana ketat, karena dapat membuat vagina Anda kesulitan bernafas.

Biasakan mengganti celana dalam sebagai salah satu cara mengatasi keputihan, setidaknya dua kali dalam sehari. Sama halnya dengan pembalut wanita, setelah 8 jam Anda harus menggantinya. Pilih jenis pembalut yang mempunyai daya serap tinggi, sehingga tidak membuat kulit lembab ketika dikenakan.

3.Merawat vagina dengan baik

Sebenarnya vagina bisa membersihkan diri sendiri, sehingga Anda tidak terlalu membutuhkan cairan pembersih. Namun jika salah produk, cairan pembersih justru akan mengganggu keseimbangan alami vagina Anda.

Cara mengatasi keputihan vagina dari bakteri jahat yakni dengan menggunakan air hangat serta sabun yang tidak mengandung detergen atau aroma yang kuat. Sebaiknya bersihkan vagina dengan sabun tersebut tidak dilakukan dalam jangka waktu yang sering. Penting menjaga vagina agar selalu lembab dan kering.

4.Pemeriksaan rutin

Walaupun sebenarnya keputihan merupakan kondisi normal yang dialami wanita, namun tidak ada salahnya untuk memperhatikan warna dari sekresi tersebut. Cari tahu seperti apa aroma serta jumlah, apakah berlebihan atau sebaliknya.

Seringkali tanda kesehatan vagina yang ditunjukan melalui keputihan terabaikan. Padahal bisa jadi keputihan yang dialami merupakan sebuah tanda dari timbulnya penyakit serius yang kerap muncul di masa yang akan datang.

Tidak ada salahnya untuk menemui dokter untuk membicarakan masalah kesehatan organ genital Anda. Jika malu untuk datang ke klinik, Anda bisa memperoleh saran dengan aplikasi live chat yang mudah dan terjangkau sebagai cara mengatasi keputihan yang akurat.

Kami Klinik Apollo akan membantu atasi keluhan Anda dengan baik dan tepat, lakukan reservasi dengan mudah sekarang juga melalui 081233881616. Demikian kami sampaikan mengenai cara mengatasi keputihan, semoga bermanfaat.

konsultasi

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website www.kesehatankelamin.com merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.