Tidak hanya pria, ini gejala ejakulasi pada wanita

ejakulasi pada wanita

Pernah mendengar mengenai ejakulasi pada wanita? Beberapa kalangan wanita mengatakan bahwa mereka pernah mengalami ejakulasi ketika memperoleh klimaks. Jadi sebenarnya ejakulasi pada kaum wanita itu benar nyata atau hanya kebetulan saja?.

Baca juga: Menangani Dan Mengobati Ejakulasi Dini Sejak Awal

konsultasi

Jadi Tidak hanya pria, ini gejala ejakulasi pada wanita

Menurut beberapa sumber, ejakulasi pada kalangan wanita bukan hanya sekedar mitos. Hal tersebut memang jarang terekspos karena fakta tersebut jarang diperbincangkan oleh kalangan wanita. Namun nyatanya perempuan merasa malu ketika masalah itu terjadi, mereka bahkan berpikir bahwa cairan tersebut merupakan urin atau air kencing. Memang hal tersebut menjadi pro dan kontra sampai saat ini.

Namun beberapa ahli medis mengasumsikan bahwa fakta mengenai ejakulasi pada wanita memang benar, sehingga bagi wanita yang mengalami masalah tersebut, disarankan untuk melakukan latihan menguatkan otot bagian panggul, contohnya seperti senam kegel.

Cairan Apa Yang Keluar Ketika Ejakulasi Wanita?

Tidak semua kalangan wanita berejakulasi ketika orgasme. Beberapa diantaranya hanya mengalaminya satu kali dan setelah itu mereka tidak pernah mengalaminya kembali. Tidak ada persentase yang pasti mengenai berapa banyak wanita yang mengalami kejadian ejakulasi.

Namun terdapat beberapa peneliti yang mengasumsikan bahwa sebenarnya ejakulasi pada wanita selalu terjadi ketika mereka sudah mencapai puncaknya, namun sekresi atau cairan tersebut tidak selalu dikeluarkan melalui vagina, melainkan seringnya terdorong kembali ke kandung kemih. Hal tersebut disebabkan oleh otot yang mengencang setelah orgasme terjadi.

Berapa Banyak Jumlah Cairan Yang Diproduksi Saat Ejakulasi?

Beberapa opini menyatakan bahwa ketika perempuan mencapai orgasme tunggal, tubuh bisa mengeluarkan banyak cairan. Namun hal tersebut merupakan hal yang tidak mungkin terjadi. Sekresi tidak bisa disimpan dalam tubuh wanita dalam jumlah yang besar. Menurut beberapa ahli jumlah cairan yang dikeluarkan kurang lebih sekitar setengah cangkir kopi saja.

konsultasi

ejakulasi pada wanita

Apakah Ejakulasi Wanita Berhubungan Dengan Rangsangan?

Jadi ejakulasi hanya bisa dicapai ketika seseorang memperoleh rangsangan, sebab area tersebut berada tepat di depan vagina dan terhubung dengan uretra, ketika area ini memperoleh tekanan berupa rangsangan, maka akan menghasilkan rasa seperti buang air kecil. Cara untuk memperoleh stimulasi tersebut yakni dengan menemukan posisi yang bisa memberi rangsangan dengan tepat, gesekan atau penetrasi yang lebih dalam.

Ada juga opini yang mengungkapkan bahwa tidak ada bukti secara ilmiah yang berhubungan dengan ejakulasi pada wanita. Namun perlu Anda pahami lebih dalam, tidak semua wanita bisa berejakulasi. Hal tersebut disebabkan oleh adanya beberapa faktor, seperti lemahnya otot dasar panggul dan ketidaknyamanan ketika melakukan hubungan seksual. Dengan semua spekulasi yang ada, merangsang bagian-bagian tertentu akan memberi kenikmatan seksual yang lebih.

Jadi ketika Anda sebagai wanita mengalami ejakulasi, tidak perlu merasa malu, sebab ada sebuah penelitian yang berkata cairan tersebut bukan urin, walaupun memang ada kondisi dimana inkontinensia urin. Begitu pula dengan pria, sebaiknya tidak mempercayai sebuah konsep ejakulasi wanita yang berlebihan pada film dewasa.

Bagi Anda yang mengalami masalah atau tanda-tanda yang kami jelaskan diatas, segera lakukan diskusi untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat. Sebab jika didiamkan masalah akan menjadi lebih serius dan menimbulkan konflik bersama pasangan.

Untuk mendapatkan perawatan yang tepat, melakukan konsultasi dengan mudah bersama kami Klinik Apollo terbaik di Jakarta. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap Anda bisa hubungi 081233881616. Demikian mengenai ejakulasi wanita, semoga bermanfaat.

konsultasi
Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website www.kesehatankelamin.com merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.