Phimosis Adalah Kondisi Kulup Ketat Pada Pria

phimosis adalah

Phimosis adalah suatu kondisi dimana kulit khatan terlalu ketat untuk ditarik kembali ke kepala atau ke kelenjar penis. Pada kebanyakan bayi atau balita yang tidak disunat akan mengalami phimosis. Kulit khatan tidak dapat ditarik kembali. Pada pria dewasa, ada sejumlah faktor risiko dan penyebab phimosis meskipun hanya cenderung menjadi masalah jika menyebabkan gejala.

konsultasi

Pengertian Phimosis Adalah

Phimosis adalah suatu kondisi dimana kulup tidak dapat ditarik kembali dari sekitar ujung penis. Kulit khatan yang ketat sering terjadi pada bayi laki-laki yang tidak disunat. Phimosis dapat terjadi secara alami atau akibat dari jaringan parut. Anak laki-laki remaja yang kemungkinan tidak memerlukan pengobatan untuk phimosis ini kecuali jika kondisi ini membuat aliran kencing menjadi sulit atau menyebabkan gejala lain. Ketika anak-anak tumbuh remaja dan dewasa, kebutuhan penanganannya juga dapat meningkat.

Penyebab Umum Phimosis Adalah

Phimosis dapat terjadi secara alami. Tidak jelas penyebabnya daripada yang lain. Kondisi ini juga dapat terjadi jika kulup ditarik secara paksa sebelum siap untuk ditarik. Kondisi ini dapat membahayakan kulit dan dapat menyebabkan jaringan aprut sehingga lebih sulit untuk menarik kulit khatan di kemudian hari. Peradangan atau infeksi kulup atau kepala (glans) penis dapat menyebabkan phimosis pada anak laki-laki.

konsultasi

Apa Saja Tanda Dan Gejala Phimosis?

Gejala utama phimosis adalah ketidakmampuan untuk menarik kembali kulup pada usia 3 tahun. Kulup biasanya mengendur dari waktu ke waktu akan tetapi proses ini bisa memakan waktu lebih lama pada beberapa anak laki-laki. Pada remaja usia 17 tahun harus sudah bisa menarik kulit khatannya. Gejala umum lainnya dari phimosis adalah pembengkakan kulut saat kencing.

konsultasi

Bagaimana Cara Pria Dengan Phimosis Didiagnosis?

Dokter dapat mengambil riwayat lengkap dari penderitanya dan menanyakan mengenai infeksi penis atau cedera sebelum dialami. Selain itu juga menanyakan mengenai dampak gejala apapun pada aktifitas seksual. Pemeriksaan fisik akan mencakup pemeriksaan penis dan kulup. Dengan melakukan tes atau pengujian urine untuk memeriksa infeksi uirne atau mengambil swab dari area kulup untuk memeriksa bakteri. Phimosis yaitu faktor risiko untuk diabetes (kencing manis) tipe 2. Pada orang dewasa yang mengalami kulup ketat kemungkinan harus melakukan tes atau pengujian darah dan urine untuk memeriksa kadar gula darahnya.

phimosis adalah

Cara Ampuh Dalam Mengatasi Phimosis

Pemeriksaan fisik dan tinjauan gejala biasanya untuk mendiagnosis phimosis atau kondisi yang mendasarinya seperti balanitis. Mengobati kondisi ini biasanya dengan mengusap kulit khatan untuk dianalisis di laboratorium. Infeksi bakteri akan membutuhkan pengobatan antibiotik, sedangkan infeksi jamur kemungkinan dengan pengobatan antijamur.

Jika tidak adanya infeksi atau penyakit lain yang menyebabkan phimosis dan kulit khatan ketat maka bisa dilakukan dengan beberapa pengobatan lainnya. Tergantung pada tingkat keparahan kondisinya. Dalam kasus yang lebih serius, sunat atau prosedur bedah kemungkinan diperlukan. Sunat adalah pengangkatan seluruh kulit khatan.

Operasi pengangkatan sebagain dari kulup juga kemungkinan bisa direkomendasikan. Sementara sunat biasanya dilakukan pada saat bayi, opearsi dapat dilakukan pada pria dari segala usia. Sunat bisa dilakukan pada pria jika mengalami balanitis berulang, infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi lainnya.

Untuk lebih jelasnya mengenai pengobatan phimosis ini sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter di Klinik Apollo. Pengobatannya ditangani langsung oleh dokter yang bersangkutan. Dengan dibantu peralatan medis yang canggih dan modern. Tidak hanya itu biaya yang harus dikeluarkan juga sangat terjangkau. Anda bisa menghubungi kami di kontak nomor 081233881616 atau dengan layanan dibawah ini.

konsultasi

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website kesehatankelamin.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.