Mengenal Tanda Dan Gejala Impotensi Pria

 gejala impotensi

Impotensi merupakan penyakit yang ditakuti semua kalangan pria, lalu apa saja tanda dan gejala impotensi?. Jika mendapatkan gangguan tersebut seorang pria akan mengalami penurunan reproduksi dan kualitas seks. Pria yang tidak mampu ereksi, menjadi kesulitan menjalankan kegiatan seksual. Bahkan kondisi tersebut yang menyebabkan pria mudah terserang stress dan depresi.

Karena kondisi impoten bisa menimpa semua kalangan pria dengan berbagai jenis usia, ada baiknya Anda mewaspadai hal tersebut. Sebelum impotensi menjadi semakin parah, semua kalangan harus mengecek kondisi penis sejak awal, sehingga apa yang menjadi pemicu bisa dihilangkan.

Baca juga: Sumber Penyebab Lemah Syahwat Pada Pria

konsultasi

Apa Saja Gejala Impotensi Pada Pria

Secara umum, terdapat beberapa gejala impotensi yang bisa terjadi pada kalangan pria dengan kondisi yang berbeda-beda.

1.Susah mengalami ereksi

Maksud dari sulit mengalami ereksi bukan berarti tidak bisa ereksi sama sekali, namun pria akan memperoleh kesulitan dan berjalan panjang. Biasanya pria yang mengalami kondisi tersebut membutuhkan rangsangan yang besar. Jika rangsangan tersebut sudah Anda dapatkan, mereka bisa dengan mudah mendapatkan ereksi dengan baik.

Pria yang tak mengalami gangguan atau ereksinya normal biasanya lebih mudah memperoleh rangsangan. Dalam beberapa detik saja, penis langsung ereksi meski tidak disentuh sama sekali. Coba amati penis Anda, jika mengalami kondisi seperti itu, Anda harus waspadai masalah yang terjadi.

konsultasi

 gejala impotensi

2.Susah mempertahankan ereksi

Pria yang mengalami gangguan ereksi seperti halnya gejala impotensi akan memperoleh kesulitan mempertahankan ereksi. Mereka mungkin lebih mudah memperoleh ereksi namun langsung berejakulasi. Jika dibiarkan beberapa saat tanpa diberi rangsangan, maka penis menjadi mudah lembek kembali.

Kondisi tersebut memang sering dialami pria, walaupun mereka sering mengabaikan hal tersebut. Ketika akan melakukan seks, mereka harus memberi rangsangan pada penis berkali-kali, sehingga ereksi bisa berjalan dengan baik dan seks tidak akan terganggu.

3.Tidak ereksi saat malam atau bangun tidur

Kalangan pria yang mempunyai penis sehat pada umumnya mudah mengalami ereksi ketika tidur. Setidaknya selama semalam, pria bisa mengalami ereksi hingga 5 kali. Ereksi yang terjadi berjalan selama beberapa menit sebelum akhirnya kembali melemah. Jika Anda tidak mengalami atau merasakan hal tersebut, berarti ada gangguan pada penis.

Selain pada malam hari, penis sering mengalami ereksi ketika pria bagun tidur. Setiap bagun tidur pria menjadi semakin mudah memperoleh ereksi, sebab kadar testosteron dalam tubuh meninggi. Selain itu, tubuh yang relaksa juga membuat ereksi dapat berjalan dengan lancar.

4.Hilang ereksi saat penetrasi

Pria yang mempunyai gejala impotensi sering kehilangan ereksi ketika penetrasi. Sebab terjadinya rangsangan pada bagian tubuh lain dari pasangan, pada akhirnya mereka tidak sadar penisnya mengendur.

Pria Yang Berisiko Mengalami Impotensi

Kalangan pria dengan usia 50-70 memang lebih rentan mengalami gangguan disfungsi seksual atau impotensi, namun semua pria berisiko mengalami masalah ini. Pria dengan kondisi tersebut lebih rentan terserang impotensi dibandingkan kalangan yang menjalankan gaya hidup sehat.

1.Mempunyai penyakit diabetes yang cukup parah

2.Memperoleh tekanan darah seperti halnya hipertensi

3.Memperoleh kerusakan saraf di bagian tubuh akibat kondisi tertentu

4.Memperoleh gangguan kardiovaskular

Ini dia beberapa tanda impotensi pada kalangan pria, dan siapapun mempunyai resiko yang semakin besar. Jika Anda mengalami masalah diatas, bisa lakukan konsultasi segera bersama kami di Klinik Apollo untum memperoleh penanganan terbaik. Lakukan reservasi segera bersama kami di 081233881616 ini. Demikian mengenai gejala impotensi, semoga bermanfaat.

konsultasi

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website www.kesehatankelamin.com merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.