Impoten Adalah Kondisi Ketika Penis Tidak Mampu Ereksi

impoten adalah

Impoten adalah ketidakmampuan seorang pria untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi. Kondisi ini juga dikenal sebagai disfungsi ereksi dan dapat berdampak pada kemampuan seseorang untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan. Impoten adalah kondisi yang sangat umum dan dapat terjadi pada usia berapa pun. Namun, kondisi ini paling umum di antara pria dewasa.

Apa Itu Impoten?

Impoten juga dikenal sebagai disfungsi ereksi. Impoten adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup keras untuk penyelesaian aktifitas seksual yang memuaskan. Impoten berbeda dari kondisi kesehatan lain yang mengganggu fungsi seksual pria, seperti kurangnya hasrat seksual (penurunan libido) dan masalah dengan cairan ejakulasi dari penis (disfungsi ejakulasi) dan orgasme atau klimaks (disfungsi orgasme) dan kelengkungan penis (penyakit Peyronie) meskipun masalah ini juga kemungkinan ada. Impoten mempengaruhi sebgaian pria yang berusia 40 tahun ke atas.

konsultasi

Penyebab Pria Dengan Impoten Adalah

Kemampuan pria untuk mencapai ereksi didasarkan pada sejumlah faktor dan dapat dihasilkan dari berbagai masalah fisik. Masalah kesehatan mental dan masalah psikologis lainnya juga dapat menyebabkan impoten atau memperburuknya.

1. Penyebab Fisik
Impoten adalah kondisi yang paling sering disebabkan oleh faktor fisik. Penyebab paling umum impoten adalah:

• Penyakit jantung.
• Kolesterol tinggi.
• Pembuluh darah tersumbat.
• Cedera pada penis.
• Diabetes (kencing manis).
• Kegemukan (obesitas).
• Sindrom metabolik.
• Penyakit Parkinson.
• Multiple Sclerosis.
• Merokok dan penggunaan tembakau lainnya.
• Alkoholisme.
• Bentuk lain dari penyalahgunaan zat.
• Gangguan tidur.
• Pengobatan kanker prostat atau pengobatan untuk pembesaran prostat (BPH).
• Cedera tulang belakang.
• Penyakit Peyronie.

2. Penyebab Psikologis
Ada juga sejumlah penyebab psikologis impoten adalah penyebab psikologis yang paling umum diantaranya:

• Tertekan.
• Depresi.
• Kegelisahan.
• Kondisi kesehatan mental lainnya.
• Masalah hubungan karena stress, komunikasi yang buruk atau masalah lain.

Beberapa pria kemungkinan menderita kombinasi masalah fisik dan masalah psikologis yang dapat menyebabkan atau memperburuk impoten. Sebagai contoh, cedera fisik yang dapat memperlambat respons seksual seseorang dan dapat menyebabkan kecemasan mengenai pencapaian ereksi. Kecemasan ini kemudian dapat memperburuk.

Dokter menerangkan bahwa beberapa pria kemungkinan hanya mengalami impoten dalam situasi tertentu. Sebagai contoh, seseorang dapat mencapai ereksi selama masturbasi atau merasakan bisa ereksi saat bangun tidur. Jika seseorang tidak dapat ereksi dengan pasangan seksual, penyebab impoten kemungkinan besar bersifat psikologis. Jika seseorang tidak pernah bisa ereksi, penyebab impoten kemungkinan besar adalah fisik.

Baca Juga : Impoten Dan Impoten Kondisi Yang Sama?

konsultasi

Tanda-Tanda Pria Alami Impoten

Tanda dan gejala impoten adalah sebagai berikut:

• Ereksi penis terjadi, akan tetapi penis tidak cukup keras untuk menyelesaikan hubungan seksual.
• Ereksi penis tidak cukup keras untuk penetrasi.
• Adanya ketidakmampuan untuk mendapatkan ereksi penis.
• Seseorang masih bisa mencapai orgasme dan ejakulasi dengan impoten.

konsultasi

Bagaimana Pria Dengan Impoten Didiagnosis?

Tes atau pengujian di laboratorium yang diperoleh untuk evaluasi impoten adalah tes atau pengujian yang dapat bervariasi dengan informasi konsultasi dan pemeriksaan yang diperoleh pada riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik dan tes atau pengujian di laboratorium baru-baru ini. Peningkatan hormon testosteron tidak diperlukan pada semua pria.

Namun, dokter akan menyarankan tes atau pengujian di laboratorium untuk menentukan kadar hormon testosteron penderitanya jika tanda dan gejala hipogonadisme lainnya (seperti hormon testosteron rendah) seperti penurunan libido, kehilangan rambut tubuh, kehilangan otot, pembesaran payudara, osteoporosis, infertilitas atau kemandulan dan penurunan ukuran penis atau testis yang muncul. Dokter dapat merekomendasikan beberapa tes atau pengujian di laboratorium dalam evaluasi impoten adalah sebagai berikut:

• Menghitung darah secara lengkap.
• Urinalisis atau kadar gula (glukosa) yang tinggi dalam urine kemungkinan merupakan tanda diabetes mellitus dan protein tinggi dalam urine kemungkinan menunjukkan kerusakan pada ginjal yang dapat menyebabkan masalah ereksi.
• Profil lipid atau kadar kolesterol LDL yang tinggi (kolesterol jahat) dalam darah dapat menyebabkan aterosklerosis.
• Kadar glukosa darah atau kadar glukosa (gula) darah yang terlalu tinggi kemungkinan merupakan tanda diabetes mellitus.
• Darah hemoglobin A1C atau tingkat abnormal (tidak normal) tinggi darah hemoglobin A1C pada penderita dengan diabetes mellitus menunjukkan bahwa adanya kontrol yang buruk dari kadar glukosa darah.
• Kreatinin serum atau kreatinin serum abnormal (tidak normal) bahan kimia yang mencerminkan fungsi ginjal memungkinkan akibat dari kerusakan pada ginjal.
• Enzim hati dan tes atau pengujian fungsi hati serta penyakit hati (sirosis) yang dapat menyebabkan hormon testosteron rendah. Jadi, dokter kemungkinan perlu menguji beberapa pria untuk penyakit hati .
• Total kadar hormon testosteron yaitu dokter harus mendapatkan sampel darah penderitanya untuk kadar hormon testosteron secara total di pagi hari (sebelum jam 8 pagi) karena kadar hormon testosteron naik dan turun sepanjang hari. Jika memiliki kadar hormon testosteron rendah, dokter harus memeriksanya lagi untuk memastikan bahwa benar-benar rendah. Pada beberapa pria, tes atau pengujian khusus dapat mengukur bentuk aktif hormon testosteron (hormon testosteron bebas atau bioavailable) dapat direkomendasikan.
• Tingkat hormon lain yaitu pengukuran hormon lain di samping hormon testosteron (hormon luteinisasi, tingkat prolaktin dan tingkat kortisol) dapat memberikan petunjuk untuk penyebab lain yang mendasari kekurangan hormon testosteron dan masalah ereksi, seperti penyakit hipofisis atau kelainan kelenjar adrenal. Dokter dapat memeriksa kadar tiroid pada beberapa orang karena ke 2 nya hipotiroidisme (fungsi tiroid rendah) dan hipertiroidisme (fungsi tiroid yang terlalu aktif) dapat berkontribusi pada impoten.

impoten adalah

Penanganan Jika Mengalami Impoten

Dokter akan memastikan bahwa seseorang tersebut menerima pengobatan yang benar untuk setiap kondisi kesehatan lain yang kemungkinan dimiliki. Kondisi ini dapat memburuk, sehingga harus melakukan pengobatan dengan benar. Pengobatan impoten dilakukan secara langsung oleh dokter. Ada berbagai pengobatan yang dapat dilakukan untuk impoten, akan tetapi dapat bervariasi sesuai dengan penyebab impotennya.

Pengobatan alternatif lain untuk impoten adalah pompa vakum. Vakum ini menyebabkan darah mengisi penis sehingga membuatnya ereksi. Menempatkan cincin karet di sekitar pangkal penis dapat menahan darah di tempatnya, memungkinkan seseorang untuk mempertahankan ereksi. Pompa vakum dapat memungkinkan seorang pria mempertahankan ereksi selama sekitar 30 menit.

Pompa ini efektif pada beberapa pria dan dapat berhubungan seksual setelah menggunakannya. Seorang pria tidak boleh menggunakan pompa vakum jika memiliki kelainan perdarahan atau jika telah menggunakan pengobatan untuk mengurangi kemampuan pembekuan darahnya. Sebagian akan mengalami rasa sakit dan memar akibat menggunakan pompa vakum.

Prosedur pembedahan atau operasi kemungkinan direkomendasikan akan tetapi jika semua metode pengobatan lain gagal. Pembedahan ini melibatkan penempatan implan di dalam penis. Jika impoten disebabkan oleh stress, kecemasan atau alasan psikologis lainnya, dokter akan menyarankan seseorang tersebut untuk mengkonsultasikannya dengan psikolog atau konselor.

Jika kondisi tersebut menyebabkan ketegangan dan stress dalam suatu hubungan, ke 2 pasangan seksual kemungkinan disarankan untuk mengkonsultasikannya secara bersamaan. Ini dapat membantu dalam menyelesaikan masalah apa pun. Lakukan pengobatan hanya di Klinik Apollo. Dengan menghubungi kami di kontak nomor 081233881616 atau dengan layanan dibawah ini.

konsultasi

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website kesehatankelamin.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.