Gaya Hidup Modern Menjadi Penyebab Impoten?

 penyebab impoten

Salah satu masalah yang dialami pria dalam kehidupan seksualnya yakni disfungsi seksual, lalu apa penyebab impoten?. Tidak ada pria yang ingin dirinya mengalami disfungsi seksual, sebab akan melukai hati pasangannya. Agar Anda mengetahui lebih jauh mengenai penyakit yang terjadi pada alat vital, mari simak pembahasan mengenai impotensi berikut ini.

Jadi impotensi merupakan sebuah keadaan dimana pria kesulitan ereksi atau keadaan dimana pria tidak bisa melakukan ereksi dalam jangka waktu yang panjang. Untuk penyebabnya sendiri, impotensi disebabkan oleh penyakit jenis tertentu seperti diabetes, tekanan darah tinggi, depresi dan kolesterol.

Gaya hidup tidak sehat seperti mabuk-mabukan, merokok, atau konsumsi narkoba bisa menjadi penyebab impoten pada pria. Penyebab lainnya yakni karena konsumsi beberapa jenis obat karena berbagai faktor usia.

Baca juga: Mengobati Impotensi Usia Muda Dengan Yoga

konsultasi

Apakah Gaya Hidup Modern Menjadi Penyebab Impoten

Impotensi disebabkan oleh faktor psikologi, seperti stress atau kurangnya kepercayaan diri seseorang. Namun pria yang mengalami impotensi karena alasan psikologis biasanya masih bisa alami ereksi tersebut.

Sementara cara penyembuhannya sendiri dapat menggunakan Viagra atau pada beberapa kasus, dokter akan berikan obat khusus. Jika Anda mengalami impotensi yang disebabkan oleh faktor psikis, diskusikan terlebih dahulu dengan pasangan sebelum pada akhirnya Anda konsultasikan kepada dokter.

Walaupun seorang pria yang mengalami impotensi tetap bisa alami orgasme, hal yang akan pengaruhi kehidupan rumah tangga yakni fakta pasangan tidak bisa memberi kepuasan yang diinginkan dari kinerja seksual. Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk konsultasikan masalah impotensi sedini mungkin.

Sementara itu faktor fisik penyebab impoten yang tidak ada hubungan dengan penyakit diantaranya:

konsultasi
 penyebab impoten

1.Bedah atau operasi

Operasi untuk kanker kandung kemih atau prostat bisa merusak saraf serta jaringan di area penis. Saraf dan jaringan tersebut memang sangat diperlukan untuk proses ereksi, sehingga kerusakan pada bagian tersebut bisa menyebabkan impotensi.

Jadi pada umumnya impotensi karena operasi atau bedah akan sembuh dengan sendirinya, setelah 6 sampai 18 bulan pasca operasi. Namun juga tidak bisa diobati dan menjadi impotensi permanen.

2.Cedera

Cedera pada area panggul, sumsum tulang belakang, kandung kemih, penis yang memerlukan operasi bisa menyebabkan impotensi.

3.Masalah Hormon

Testosteron dan hormon seks lain merupakan bahan bakar untuk gairan seksual pria. Ketidakseimbangan hormone tersebut bisa mengubah gairah pria, sehingga kalangan pria tidak mampu mendapatkan atau mempertahankan ereksinya. Ketidakseimbangan tersebut disebabkan oleh beberapa jenis penyakit, termasuk tumor, ginjal, penyakit hati, depresi, dan pengobatan hormonal kanker prostat.

4.Kebocoran vena

Untuk menjaga ereksi, darah yang mengalir ke penis harus menetap di bagian penis. Jika mengalir kembali keluar terlalu cepat dan penis kembali ke ukuran normalnya, kondisi tersebut disebut dengan kebocoran vena. Jika Anda mengalami masalah ini saat ereksi, darah di penis tidak terjaga dengan benar oleh vena. Kebocoran vena bisa disebabkan oleh cedera dan penyakit jenis lainnya.

5.Rokok, alkohol, atau narkoba

Rokok, alkohol atau narkoba bisa merusak pembuluh darah Anda. Ketiga zat tersebut membuat darah kesulitan mencapai penis, yang menjadi salah satu terjadinya ereksi. Jika Anda mempunyai masalah pengerasan pada arteri, merokok secara berlebihan, hal ini akan meningkatkan resiko impotensi.

Jika Anda mempunyai masalah impotensi atau disfungsi seksual segera hubungi kami Klinik Apollo untuk memperoleh penanganan lebih lanjut dan professional. Lakukan reservasi dengan mudah di nomor 081233881616, demikian kami sampaikan mengenai penyebab impoten, semoga bermanfaat.

konsultasi
Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website www.kesehatankelamin.com merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.