Fimosis Adalah Penyakit Yang Sering Dialami Pria?

fimosis adalah

Menjaga kebersihan organ genital memang hal yang harus dilakukan, lalu fimosis adalah?. Tidak hanya pada kalangan wanita saja, semua pria harus memperhatikan kebersihan organ genital agar terhindari dari berbagai jenis gangguan kesehatan.

Fimosis adalah salah satu gangguan pada alat kelamin yang hanya dialami oleh pria saja. Salah satu penyebabnya bisa terjadi karena kebersihan organ genital yang tidak dijaga dengan baik. Mari ketahui lebih banyak mengenai penyakit fimosis agar Anda bisa melakukan pencegahan terhadap penyakit tersebut dengan baik.

Baca juga: Pahami Akibat Tidak Disunat Bagi Kalangan Pria!

konsultasi

Mengenal Penyakit Fimosis Yang Sering Dialami Pria

Fimosis adalah sebuah kondisi ketika kulup terlalu ketat yang menyebabkan kondisinya tidak bisa ditarik kebawah ketika penis sedang ereksi. Tentu kondisi tersebut akan menyebabkan gangguan kesehatan pada pria ketika akan buang air kecil atau melakukan hubungan seksual, masalah ini pun akan meningkatkan resiko infeksi saluran kemih pada seorang pria.

Bukan hanya itu saja, fimosis adalah penyakit yang bisa menyebabkan penumpukan kotoran yang sulit dibersihkan. Pada umumnya kondisi tersebut terjadi pada pria yang tidak disunat. Namun sunat mempunyai banyak manfaat pada kesehatan pria, salah satunya menghindari penyakit fimosis. Namun selain tak disunat, sebaiknya Anda ketahui beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan seorang pria rentan mengalami kondisi fimosis diantaranya:

•Terserang penyakit diabetes

•Bayi laki-laki yang mengalami ruam di bagian popok

•Tidak mampu menjaga kebersiha organ genital dengan baik

•Seorang pria yang tidak disunat

•Usia yang terbilang sangat muda

•Adanya infeksi atau cedera di bagian kulup penis

Namun tidak hanya itu saja, beberapa jenis kondisi yang sering terjadi ketika pria lahir membuat pria mengalami penyakit fimosis, seperti bagian atas kulup penis yang ukurannya terlalu kecil, sehingga tidak bisa ditarik ke bagian bawah dan glans penis tidak bisa dilewati.

Jangan lupa untuk selalu menjaga organ vital Anda dengan baik, agar selalu terhindar dari berbagai infeksi. Sebab infeksi pada penis bisa menyebabkan seseorang terserang fimosis.

konsultasi
fimosis adalah

Segera Atasi Kondisi Fimosis

Terdapat beberapa tanda dan gejala yang dialami seorang yang mengalami kondisi fimosis tersebut seperti munculnya kemerahan di bagian kulup penis, kadang hingga menyebabkan nyeri atau bengkak. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, sebaiknya segera periksakan kondisi kesehatan Anda kerumah sakit untuk memperoleh penanganan lebih lanjut dengan mudahnya.

Pada umumnya dokter akan melakukan proses pemeriksaan mengenai kondisi penis, jika memang benar Anda mengalami fimosis, ada beberapa jenis pengobatan yang bisa diaplikasikan seperti:

1.Pengobatan krim

Krim tersebut akan membantu Anda melunakan bagian kulup penis, sehingga menjadi semakin mudah ditarik kebelakang dan mengurangi berbagai jenis gejala. Setelah kulup penis bisa Anda tarik, sebaiknya hentikan penggunaan krim tersebut.

2.Sunat

Apabila penggunaan krim tidak bisa mengatasi masalah dengan baik, Anda perlu melakukan sunat. Apalagi jika Anda mengalami komplikasi seperti terhambatnya aliran urin atau infeksi saluran kemih secara langsung.

Tak ada salahnya untuk menjalankan pencegahan dengan menjaga kebersihan penis sebaik mungkin. Khususnya bagi pria yang belum pernah disunat, bersihkan bagian kulup dengan air hangat agar terhindar dari penumpukan kotoran atau biasa disebut dengan smegma. Jangan lupa untuk kembalikan posisi kulup seperti awal atau normal setelah melakukan hubungan seksual.

Kami Klinik Apollo akan menangani semua masalah Anda secara profesional di dampingi dokter berpengalaman. Hubungi nomor 081233881616 untuk memperoleh informasi lebih lengkap. Demikian kami sampaikan mengenai penyakit fimosis adalah, semoga bermanfaat.

konsultasi

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website www.kesehatankelamin.com merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.